Sabtu, 06 Juni 2015

Risalah Menuju Menuju Hari Penentuan

aku sudah kembali ke rumah, habitat lamaku. tapi ternyata, aku baru menyadari aku sudah terlanjur kerasan dengan habitat baru itu. berbaur dengan mahasiswa, berjalan sendiri, menggendong tas berat di punggung, mencari makanan murah, dan lainnya.

28 April 2015, hari pertamaku disana. mempertemukanku dengan sebuah kenyataan bahwa sosok itu ada.
30 April 2015, menyadarkanku akan tawa dan kebingungan yang dibuat itu terligase.
5 Mei 2015, masih dengan tawa itu, bacteriofage itu, cerita itu, kenyataan itu mungkin dimana aku tak bisa lagi membodohi sang liver.
13 Mei 2015, setelah pergelutan itu. pertanyaan dan pernyataan itu benar-benar ada. pesan itu, "saya tunggu di IPB" itu
18 Mei 2015, suara itu kembali terngiang
28 Mei 2015, pembatalan itu
29 Mei 2015, ketidakjadian itu
30 Mei 2015, teh kemasan itu, cara duduk itu, tawa itu
3 Juni 2015, ketidak sengajaan itu, 1 jam itu, sofa itu, obrolan dan tawa itu, penantian itu, kurasakan lagi atmosfir itu. dan mungkin itu salam perpisahan sebelum benar-benar tak akan berpisah lagi. satu bulan lagi. insyaAllah.

Semakin dekat dengan hari itu, aku semakin tak semangat untuk belajar. aku sudah meyerahkan semuanya kepada sang Maha pencipta. aku akan terima apapun hasilnya, jika gagal pada tahap ini, masih ada tahap satu lagi, jika gagal lagi, aku akan mencobanya tahun depan. aku yakin Allah tidak akan mengecewakan hamba-Nya yang berusaha. meski mungkin usahaku lebih didominasi kisah itu, tapi setidaknya aku berusaha. aku harus pandai menemukan hikmah dari semua itu 9 Juli nanti. Allah sangat baik kepadaku, maafkan aku yaAllah, telah kufur atas nikmatmu. perbolehkanlah makhluk ini untuk meminta, kabulkanlah doa ibu dan ayahku, beri kemudahan padaku dalam mengisi soal sbmptn nanti dengan benar, berkahi ilmu hamba, ridhoi hamba untuk kuliah di biologi IPB 52 ya rabb, aaamiiin

Senin, 11 Mei 2015

Ketika Sang Pemimpi Harus Memilih

Cariu, Bogor
11 Mei 2015

Kerongkongan ini perih. Mungkin sedang radang. Aku  asih bingung, apakah aku yang salah dan sok tahu atau orang lain salah mengartikan arti dari "radang tenggorokan". yang aku tahu, tenggorokan itu saluran pernafasan, sementara kerongkongan merupakan saluran pencernaan. Yang aku rasa, kerongkonganku lah yang terasa sakit saat aku menelan saliva, bukan tenggorokan. Yasudah, lupakan.

ketika kau diberi tiga pilihan sulit, apa yang akan kau lakukan?
tak kusangka, sesuatu yang tak aku tunggu sama sekali ternyata membuahkan hasil yang mungkin membahagiakan bagi sebagian orang.
9 Mei 2015, tepatnya pukul 17.12 sesaat setelah aku mempublikasikan tulusanku http://www.deasylucyana.blogspot.in/2015/05/risalah-akhir-sma.html?m=1, aku mendapat pesan singkat dari temanku yang berisi "Desiiiiii" aku tak langsung buka pesan itu, lalu aku balas dengan singkat "apa?" Tak lama setelah itu dia membalas "bener nu kamari" kubalas lagi dengan "apa?" Dia membalasnya cepat "urang diterima di uin" setelah kubaca pesan itu, aku langsung berlari mencari dompet dimana disana terselip kartu NISN-ku. Kubuka web resmi SNMPTN 2015, kumasukkan nomor induk dan tanggal lahirku, tak berapa lama muncul barcode dengan latar belakang berwarna hijau bertuliskan "Selamat, Anda dinyatakan lulus SNMPTN 2015" lalu kuusap layar handphoneku ke arah bawah "Program studi dimana anda diterima SNMPTN 2015 adalah: Universitas Islam Negeri Bandung Program studi: pendidikan biologi"
aku tak tahu perasaanku saat itu. Apakah harus senang atau sedih.
Ternyata benar firasatku dua hari sebelum hari itu, kebingunganpun mulai melanda. Kutelpon orang tuaku di rumah, aku mengabari mereka sambil meneteskan air mata. Antara air mata bahagia dan penyesalan. Aku bingung apa yang harus aku lakukan kedepannya saat aku tahu hal itu.
Aku dan temanku ternyata benar-benar menjadi pionir SMAN 1 Cariu di SNMPTN ini, kesempatan langka bagi siswa sekolah di pelosok hutan ini. Namun saat kupikirkan lagi, bahaimana dengan IPB? Aku masih ingin berjuang disana, tapi jika UIN tidak kuambil, hal itu akan membahayakan sekolahku. Disisi lain, impianku untuk melanjutkan studi di S1 IPB masih menjulang. Apa yang harus kulakukan? Memilih menerima UIN yang sudah pasti atau aku ambil resiko dengan menolak UIN dan mengikuti SBMPTN di IPB, kampus impianku yang belum jelas.

"Tereneng" ponselku berbunyi dicelah waktu aku meneteskan air mata, pesan singkat dari guru kimiaku yang biasa aku panggil dengan "bunda" pesan iu berisi "des, gimana ada yg diterima hak dari sekolah kita?" Kubalas pesan itu dengan "saya keterima bun" sambil kukirimkan "screenshot" gambar tanda aku diterima. Kulanjutkan dengan "febri juga diterima bun, matematika uin jakarta", bunda membalas dengan "andri gimana?" Kubalas "andri gagal bun" kulanjutkan dengan "saya bingung bun, itu bukan keinginan saya. Saya masih ingin berjuang di IPB. Impian saya dari kecil. Tapi disisi lain saya memikirkan bagaimana nasib adik kelas saya nanti" bunda menyarankan aku untuk menerima UIN. Hal itu membuatku makin sulit.
seketika itu banyak pesan berjatuhan dari teman-temanku menanyakan hal serupa yang didominasi dengan "des gimana?"
Kubalas satu-persatu pesan mereka dengan menanyakan saran dari mereka dan mengeluhkan semua beban ini.

Aku bingung. Aku bingung. Aku bingung. Kalimat itu mendominasi suara yang kugetarkan di farink.
Aku tak bisa tidur memikirkan itu semua.
apa aku harus egois dan tak puas dengan hasil ini? Atau aku harus menerimanya?
setelah kupikirkan semalaman, esoknya aku masih pergi ke katalis IPB dengan raut muka tak biasa. Aku duduk di kursi depan pintu. Saat ka Ugi muncul dibalik gerbang katalis "loh? Deasi *dibaca demikian* kok masih disini?" Kalimat itu menunjukan bahwa kak Ugi sudah mengetahui kabar aku lulus SNMPTN.
Tiba-tiba air mataku tak bisa kubendung "aku masih mau berjuang buat kuliah di IPB kak"
sambil kuhela napas dalam-dalam dengan volume paru-paru 1500 cc untuk membendung cucuran air itu.

setelah try out, aku memutuskan untuk pulang ke rumah. Mendiskusikan pilihanbsulit ini dengan orang tuaku.
dijalan, aku masih mendapat saran dari temanku yang memang kami sering pulang bersama. "Kalo lu udah jelas diterima di d3 IPB sih gua saranin lu ambil d3 IPB aja" dan wejangan-wejangan lainnya. Kalimat yang bercuvuran dari mulutnya seketika meyakinkanku bahwa memang aku harus memilih D3 IPB dan mencoba SBMPTN "solat istikhoroh sering-sering lu"

Pagi tadi, saat aku sudah dirumah, aku pergi ke sekolah untuk menghadiri suatu acara yang dinamai pengumuman untuk kelas XII. Aku bertemu kawan-kawan yang selama ini kurindukan. Serasa berabad-abad aku tak bertemu dengan mereka. Setidaknya mereka membantuku melupakan sejenak masalahku sampai namaku terngiang ditelingaku.
Aku dipanggil pak Erion, guru yang selama ini membantuku untuk mendaftarkan diri disana-sini. "Mana durennya des?" Ternyata kabar itu sudah menyebar ke seluruh penjuru sekolah.
seketika bermuncullan guru lain di depan ruang piket itu, "gimana des?" Kujawab dengan kalimat yang hampir sama kuucapkan kepada setiap orang yang menanyakan hal itu "Saya bingung. Saya pilih IPB saja pak. Engga apa- apa D3 pun setidaknya IPB punya nama besar"  guru-guru pun mengiyakan kalimat yang kulontarkan sepersekian detik yang lalu itu.
Tak lama namaku dipanggil lagi, dan ditanya soal itu kembali. Kujelaskan keputusanku itu dengan rinci. Dan sebagian dari mereka menyetujui keputusanku itu. Meski ada beberapa yang menyayangkan karena akan membuat sekolah dirugika olehku. Tapi harus bagaimana lagi? Terkadang pilihan sulit membutuhkan keegoisan untuk memecahkannya.

aku masih merasa bersalah kepada semua guru dan adik-adik kelasku yang telah aku rugikan disini, pilihan sulit itu mau tak mau harus kueliminasi.
selain itu aku masih bertanya-tanya, apakah aku tidak mensyukuri semua nikmat ini? Aku seorang diantara 152 ribu orang lainnya yang mendapat kesempatan untuk lulus di SNMPTN tapi aku menyianyiakannya. Tapi saat kupikir lebih dalam, IPB masih bertahta dihatiku, memanggil-manggil namaku.
Hatiku masih disana. Dan mungkin akan terus disana, karena IPB lah pilihanku. Impian masa kecilku yang berbulan-bulan kebelakang selalu kulontarkan kalimat "Deasy dan IPB adalah jodoh"

aku masih menggantung harapanku disana. Apakah kalimat itu masih berlaku saat ini? InsyaAllah kalimat itu akan selalu berlaku. Karena Deasy dan IPB dalah jodoh.

Untuk yang membaca tulisan ini, dengan rasa bersalah berjejal dalam hati, aku ingin meminta maaf untuk semua pihak yang telah aku rugikan. Maafkan keegoisan dan keserakahanku.


-Deasy Lucyana-

Sabtu, 09 Mei 2015

Risalah Akhir SMA

Bubulak, Bogor,
Sabtu, 9 Mei 2015

Aroma tanah yang terguyur air hujan memang selalu membuatku tenang. Meski ditempat asing sekalipun. Melihat kawanan air hujan berjatuhan dari langit sore membuatku melupakan sejenak semua gundah dalam hati.

Dua minggu berlalu. Aku masih disini. Berjuang. Menampung ilmu dan pelajaran tambahan yang bertubi- tubi menimpa otak yang tak diketahui berapa volumenya. Senin sampai minggu tak pernah libur. pagi sampai sore belajar di tempat bimbel, malam aku masih harus mengulangnya guna tak tertinggal. Sungguh melelahkan. Untuk apa semua itu aku lakukan jika bukan untuk diriku sendiri? Untuk mana sepanku, untuk kebahagiaanku.

Tepat pada hari ini pun, siswa dan siswi di seluruh sudut nusantara tengah dalam keadaan bimbang. Menunggu sang pengumuman yang tinggal 58 menit lagi.
Bagaimana denganku? Aku? Ya, aku juga "coba-coba" mendaftarkan diriku untuk mengikuti SNMPTN, menjual kemampuan berfikirku yang tak seberapa ini untuk diadu dengan puluhan juta otak anak Indonesia yang terkenal berprestasi itu. Tak realistis memang.
Nilaiku cukup bagus dalam ranking paralel di sekolahku, tapi bagaimana dengan persaingan taraf nasional?

Tujuanku satu. Aku ingin melanjutkan study di Biologi IPB. Tapi kembali ke awal. Suatu kata yang dinamai realistis. Realistis bukan berarti aku putus asa. Meskipun secara harafiah artinya hampir menyenggol kata putus asa, tapi aku masih berjuang di SNMPTN.
Aku melupakan mimpiku belajar Biologi di IPB dengan alasan realistis itu. Aku mengambil Pendidikan Biologi dan Biologi Murni di Universitas Islam Negeri Bandung dan Biologi Murni Universitas Jenderal Soedirman.

Universitas Islam Negeri Bandung, memang sedikit asing dan tak punya nama sebesar IPB.  Aku pun tak tahu alasanku memilih universitas itu. Setidaknya "realistis" itu sudah aku penuhi. Meninggalkan IPB yang memang akan sangat sulit bersaing dan lulus disana mengingat belum pernah ada seorangpun di sekolahku yang pernah lulus SNMPTN di universitas manapun. Itulah "secuil" alasanku memilih UIN.

Sekarangpun, dengan memilih UIN sebagai pilihan utama di SNMPTN, aku masih merasa tidak yakin akan mendapat hasil yang menyenangkan jam 5 sore nanti.
Aku tak begitu mengharapkan. Meski demikian, dalam hati kecilku masih terselip molekul keinginanku untuk lulus SNMPTN dan menjadi pionir sekolahku di SNMPTN. Jika aku lulus di UIN bandung, setidaknya aku tak usah berlama-lama tinggal disini. Pulang pergi menaiki angkot hijau dan biru untuk sampai ke kampus katalis IPB untuk dijejali materi SBMPTN, selain itu aku dapat membantu adik kelasku, menyediakan kursi kosong untuk diduduki tahun depan oleh mereka. Dengan konsekuensi tidak berkuliah di kampus impianku sejak aku kecil itu, IPB. Tak apa. Semua sudah digariskan. Tawakal.

Bukan aku tak mencoba jalur lain, aku mendaftarkan diriku di berbagai sekolah vokasi universitas negeri dan Politeknik negeri. Setidaknya sudah membuahkan hasil, aku dikabari bahwa aku lulus Teknologi Pangan di Politeknik Negeri Lampung. Aku langsung menelpon ayahku, apa harus kuambil? Karena aku salah satu orang pertama di sekolahku yang berhasil lulus PMDKPN. Tapi aku masih menunda kesempatan itu. Tak jelas juga bagaimana keputusannya. Karena aku mendapat kabar lagi bahwa aku lulus di Supervisor Jaminan Mutu Pangan Vokasi IPB. Meski baru kabar burung dari kakak pendahuluku disana, aku cukup merasa senang. Setidaknya aku berhasil diterima di IPB meski hanya D3 (itu pun belum jelas kebenarannya. Semoga saja benar adanya)

Meski sudah dijatuhi dua pilihan itu, aku masih menyimpan asa untuk melanjutkan study di S1 IPB. Inilah sebabnya aku masih disini. Jauh dari ayah dan ibu, hanya untuk mengejar keinginan yang menjulang itu.
aku akan berusaha terus untuk memastikan bahwa ada satu kursi yang sudah aku miliki di s1 IPB. Biologi, pelajaran yang selalu aku kagumi.

31 menit menuju pengumuman SNMPTN itu, jantungku masih berdetak biasa dengan tekanan sistol/diastol 120/80. Aku tak merasa gugup atau apapun itu yang para peserta SNMPTN lain rasakan. Aku pun bingung harus dengan apa aku menjelaskan semua ini?
aku bertawakal dan berserah kepadaMu yaRabb. Dzat yang maha menentukan hasil. Dzat yang masa merencanakan sesuatu dengan baik.
Apapun hasil yang aku dapatkan, aku akan terima dengan lapang dada yaAllah. Karena aku yakin masih ada rencana indahMu untukku. Jika memang aku sudah ditakdirkan untuk kuliah di IPB, seberapa sulitpun rintangan yangbharus aku hadapi. Aku akan tetap berjuang. Karena jika sudah takdir, Mars dan Bumi pun hanya selangkah kaki.

Pemimpi Ulung,
Deasy Lucyana

Kamis, 23 April 2015

preview grand final 1 Olimpiade Indonesia Cerdas season 2 SMA Kolese Kanisius memimpin sementara



Hallo… kembali lagi
Aku lagi mau nyoba review acara kesukaan aku nih sekarang udah babak grand final part 1.
Tadi sore Olimpiade Indonesia Cerdas tayang lebih awal, yang biasanya jam 18.30 sekarang jadi 18.00.
Titel juara ini diperebutkan oleh tim A (SMAK 7 PENABUR JAKARTA), tim B (SMAN 4 BANDUNG), tim C (SMA KOLESE KANISIUS JAKARTA) yang mana SMA CC ini malam lalu yang memenangkan babak play off melawan SMAN 61 JAKARTA dan SMAN 1 KLATEN.

Babak pertama dimulai dengan adu cepat yang dibabat habis oleh SMAN 4 BANDUNG dengan 70 poin, disusul SMAK 7 PENABUR 40 poin, dan SMA KOLESE KANISIUS 30 poin.
Setelah itu babak tebak gambar (lupa ini babak apa namanya) yang dimana ketiga tim mendapatkan oin penuh.
Nih aku sedikit nyatet ilmu dari babak tebak gambar:
Negara-negara yang tergabung dalam G20: Argentina, Brazil, India, Meksiko, Afrika Selatan
Negara-negara yang tergabung dalam G8: Kanada, Jerman, Prancis
Negara-negara yang tergabung dalam International Islamic Bank: UEA, Senegal, Kuwait

Setelah itu ada praktek sains, dalam babak ini SMAK 7 PENABUR unggul namun tidak mencapai poin sempurna.
Ada sedikit ilmu juga nih di babak praktik sains:
-          NaHCO3 + H2SO4 akan menyebabkan kalor dari system berpindah ke lingkungan (eksoterm / suhu naik)
-          Gula pereduksi antara lain glukosa dan fruktosa. Untuk gula pereduksi menggunakan indicator benedict yang akan menghasilkan endapan merah bata jika dipanaskan
-          Asam asetat + garam -> HCl dan jika logam dicelupkan kedalamnya, karat yang terkandung lama logam akan hilang
-          Indicator menguji protein: biuret. Tambahkan NaOH ke bahan makanan yang akan diuji, tambahkan CaSO4 (tembaga Sulfat/biuret) akan menghasilkan warna ungun dengan syarat bahan makanan berprotein tadi dalam keadaan basa (itulah sebabnya ditambahkan NaOH)
-          Busa cukur tambah soda kue akan mengakibatkan kalor lingkungan berpindah ke system (suhu jadi dingin / endoterm)
-          Fenolptalien digunakan sebagai indicator pH basa dari 8,3 – 10 dimana Ph 8,3 berwarna bening dan ph 10 berwarna kemerahan

Setelah itu ada babak menguji daya ingat itu apasih cepat tepat bukan? Or kebalik sama yg bendera itu? Ah gatau deh yang jelas pada babak ini SMAK 7 PENABUR berhasil menebak 10, SMAN 4 BANDUNG menebak 14, dan SMA KOLESE KANISIUS menebak 16.
Memang sejak awal GRAND FINAL OIC ini sudah sengit, awalnya SMAN 4 BANDUNG memimpin sampai mereka terpeleset di babak praktik sains yang menurutku penjelasannya kurang. Dan SMA KOLESE KANISIUS berhasil mengungguli sejak babak ini.
Pada babak kotak katik pun SMA KOLESE KANISIUS tetap memimpin dengan poin diatas 100 karena berhasil mempertemukan 3 kotak bersilangan seperti tanda (+), awal babak ini memang milik SMAN 4 BANDUNG sampai SMA KOLESE KANISIUS berhasil menjawab kotak double point yang baru berhasil mereka jawab dengan benar setelah 4 kali percobaan

Akhirnya, pada grand final part 1 ini SMA KOLESE KANISIUS unggul dengan 460 poin, disusul SMAK 7 PENABUR dengan 345 poin, dan SMAN 4 BANDUNG dengan 325 poin.
Untuk supporter terfavorit sudah bisa ditebak, memang anak-anak Bandung itu memang sangat kreatif, mereka mendapatkan Rp 1000.000
Grand final ini akan dilanjutkan besok malam di RTV

Minggu, 19 April 2015

Cake, Balloons, Chocolate, and Happy Birthday!

10 maret 2015 lalu, guru kimia SMAN 1 Cariu, bunda Siti Hastuti berulang tahun. sejak tanggal 9, kita udah merencanakan semuanya dengan matang. aku, andri, yadi, & febri pulang bimbel langsung pergi ke toko cake buat pesen kuenya 
besoknya kuenya diambil sama mba sari dan mei.
kebetulan pelajaran kimia itu jam ke 3&4, trus kan pelajaran ke-1 itu fisika, dan gurunya masuk. sementara sari dan udah pulang ngambil kue dan mereka bingung kuenya harus dikemanain, mereka nelponin anak kelas trus aku pura2 izin ke wc dan nutup pintu kelas supaya pas mei & sari lewat di depan kelas gak keliatan bu hj. ebo. pas bu hj. ebo keluar aku dll langsung lari ke kantin buat nyiapin lilin & balon yang baru aja dateng diambil sari & mei

ini balonnya, pecah satu gara-gara aku maenin haha

kiri-kanan: yogi, andri,aku,mei,euis


nah, saat yang lain persiapan niupin balon, lilin,kue, dll di kantin, sebagiannya lagi nyiapin gambar2 gitu di papan tulis yang tulisannya "happy birthday bunda" dengan sedikit sentuhan seni dan rumus-rumus senyawa kimia menyesuaikan dengan bidang studi yang diajarin bunda. sebenarnya aku udah edit stop-motionnya tapi kalau diupload disini lama banget. nanti kapan-kapan deh ya.

abis itu ternyata bunda keburu dateng. yang tadinya kita punya rencana buat becandain bunda jadi gak jadi deh. tadinya andri dan anak-anak pendiem lainnya disuruh keluar kelas trus yang lainnya ngumpet.
pas bunda udah dijalan menuju kelas, gamal teriak "bunda dateng, bunda dateng" trus kita yang lagi sibuk sendiri jadi rempong lari-larian ke meja masing-masing buat ngumpet (ya meski failed)
abis itu bunda masuk kelas dan dinyanyiin lagu happy birthday. DAN KUENYA BELOM DIBAWA DARI KANTIN OMG!!  jadinya kita nyanyi berulang-ulang sampai kuenya dateng hahaha lucu sekali. abis itu potong kue dan ya gitu lah seperti kebanyakan kejutan ulang tahun lainnya. expost ngasih gantungan kunci dari flanel dengan tulisan "hbd bunda from: xii ipa 2" 

ignore my face

nah begini penampakkan papan tulisnya

cowok expost
kiri-kanan berdiri: mansyur, yadi, irfan, kiki, gamal, bunda, ugi, yogi, asep, andri, febri
kiri-kanan jongkok: adit, denny, anim, rizky

cewek expost (maaf banget ini gak jelas hiks)
kiri-kanan berdiri: sabrina, mae, lela, icha, amel, euis, bunda, rikha, mutia, martia, neneng, ayu, karina, ika, sari
kiri-kanan duduk: eva, intan tri, rahayu, aku, anggia, mei, intan handarini, rini, oca

Kamis, 02 April 2015

selamat pagi

alu....
what time is it? omg it just 4.15 am.
aku emang biasa bangun jam 2 pagi. tadi tuh abis nerima email temen buat print out soal simak UI. trus harusnya sekarang aku belajar fisika, soalnya 11 hari lagi loh UN aaaaa time flies
tapi aku malah ngecek blog haha soalnya temen2ku sekarang lagi rame bikin blog gitu jadi mau liat2 blog temen sekalian aku masukin ke blogku.
ini nih blognya 12ipa2kelompok3.blogspot.com -> itu punya rikha oto oncom
expostclasskelompok7.blogspot.com -> punya memei cipuy cina puyeng
trus yang lainnya aku lupa nanyain

btw 13 april nanti, pas aku UN, blog ini udah 2 tahunn aaaaa.. lumayan lah 2 tahun udah ada 45rb sekian viewers suatu prestasi buatku yg cuma bisa post aktivitas sehari2 yang alay gini ew
ok deh sudah dulu aku mau liat video belajar fisika.
papoy

Sabtu, 28 Februari 2015

ujian praktik gitar

28 februari 2015 11.30
haii... sekarang aku lagi di sekolah nih. di kelas tepatnya. tumben banget sekarang kan hari sabtu tapi kita masih masuk sekolah. pagi tadi ada acara keagamaan rutin di sekolah. disini biasa disebut "charge imtaq" yang maksudnya kalau iman kita udah low, kita charge lagi biar full. seru sih tadi di mesjid baru soalnya. sekolahku baru renovasi mesjid. terus duduk segerombolan kelas xii ipa 2. kita menjajah kelas lain haha biasa. berisik banget kita ketawa-ketawa sama becanda, mana duduknya gak nyente gerak2 terus gabisa diem. mana makan tempat banyak lagi haha. pokoknya tadi expost jadi pusat perhatian kayaknya. yakali ada yang lagi doa pembukaan kita malah minta difoto, mana sampai berdiri lagi. pas diliat hasilnya anak kelas lain lagi pada ngeliatin kita haha. abis itu ada lela (anak expost juga) yang ceramah. kita makin rame aja dadah-dadah sama lela sambil teriak-teriak gajelas. diliatin orang lagi deh ah dasar.

terus tadi ada abil sama adeknya. namanya abidzar. lucu banget aku gendong abidzar hehe. trs apalagi ya??

sekarang pas kelas x, xi, xii ips pada pulang, xii ipa masih di sekolah buat ujian praktik gitar. nih temen2 aku lagi latian tapi aku gak kebagian minjem gitarnya yaudah maen laptop aja sambil mengurus buat nanti kuliah.
aku sedih banget ternyata gak kerasa sekolah tinggal 32 hari lagi. kan di papan info kelasku tuh tiap harinya diganti terus " 32 hari menuju UN" GITU KAN BIKIN SEDIHHHH :'(((((((
AKU TAKUT. AKU SEDIH. PISAH SAMA TEMEN2 YANG UDAH AKRAB DAN DEKEEEEET BANGET. POKOKNYA GABISA DIJELASIN DEH PERASAAN AKU KALAU UDAH NGOMONGIN PISAH DAN LANJUT KULIAH HIKS. AKU MAU KULIAH, MAU SUKSES, TAPI AKU JUGA GAMAU PISAH SAMA TEMEN-TEMEN EXPOST HUHUHU AKU GALAU

nih keadaan kelas aku sekarang. tapi aku fotonya pakai kamera laptop haha. males soalnya kalau di foto di hp terus dipindahin lagi ke laptop. itu banner aku bakal kangen banget nanti. aku kadang sering mikir kalau expost udah lulus itu banner mau dikemanain, mau disimoen sama siapa. banner sejak kelas xi hiks.

itu temen2ku lagi belajar gitar. itu ada piagam juara bola voli putri, ada mading, papan info, sama papan absen kelas, poster grafik sin, cos, tan, sama papan tulis. aih aku bakal kangen banget


itu pas kelasku juara bola basket putra juni 2014. uang juaranya dipakai makan-makan