Selasa, 26 Juli 2016

Memilih atau Dipilih?

Memilih adalah suatu kata kerja yang menjelaskan keadaan seseorang memilih sesuatu yang sesuai dengan kesukaan.  Lalu apa faidah dari memilih? Ketika kita memilih sesuatu, maka kita yakin apa yang kita pilih adalah apa yang kita ingin. Mendapatkan apa yang kita inginkan merupakan kebahagiaan bagi sebagian besar orang. Karena mendapatkan pilihan berarti mendapatkan apa yang kita sukai.

Namun selalu ada saat kita memilih, tapi kita tidak mendapatkan pilihan itu. Saya yakin kita semua akan kecewa dan menyalahkan diri sendiri. Tapi tunggu, sayapun baru menemukan hal ini sekarang. Kita lupa bahwa kita sedang dipilih, bukan memilih. Saat kita tak mendapatkan pilihan kita, sadarlah bahwa kita yabg sedang dipilih, kita yang sedang diamanatkan menjadi pilihan. Berarti Tuhan menyukai kita dan menganggap kita pantas, untuk itu kita dipilih.

Memang hidup tak pernah memberikan definisi, maka menerka adalah salah satu jalannya. Tugas kita sebagai pemilih dan pilihan adalah menerka sesuatu dengan baik, tidak pernah memikirkan dan menyalahkan sesuatu hal buruk. Karena kita sedang dipilih.

Mengambil keputusan untuk menjadi pemilih atau pilihan adalah hal yang sulit. Kita tidak akan pernah bisa menolak saat kita sedang menjadi pilihan. Menjadi pemilih adalah opsi. Kita yang memilih, Tuhan yang menentukan pilihan.

Selasa, 12 Juli 2016

Kenapa Air Mendidih?

       Assalamualaikum. Kuliahku libur dua bulan lebih, so aku bosan dan ingin memanfaatkan waktu dengan hal yang baik wkwk. Aku sering bertanya "kenapa" maka aku banyak mendapatkan "karena" hal itulah yang menginspirasiku untuk menulis sub-sub judul Penjelasan: blablabla.  sub judul yang pertama adalah tentang air mendidih.
gambar dari google.com

       Ok, apa sih pengertian mendidih? Menurut KBBI, mendidih adalah menggelembung-gelembung atau meluap-luap karena dipanaskan. Sementara menurut aku sendiri mendidih adalah sampainya suhu suatu  larutan atau air murni pasa titik didihnya masing-masing karena mendapatkan perlakuan tertentu seperti dipanaskan. Titik didih sendiri adalah suhu saat tekanan uap sebuah zat cair sama dengan tekanan lingkungannya (1 atm/ 760mmHg).

       Nah, ada kosa kata baru tuh, apa itu tekanan uap?  aku juga bingung jelasinnya apa. tapi yang jelas tekanan uap itu tekanan yang diberikan oleh uap (super sekali). Aku contohin nih, misal Mak Inem punya baskom berisi air sumur yang telah melewati proses filtrasi dan lainnya dengan alat yang telah teruji di laboratorium IPB dan ITB. Baskom itu dimasukan ke kotak yang tidak memungkinkan ada zat keluar-masuk, sehingga saat air menguap, uap yang nempel di atas-atas kotak itu bakal jadi air lagi. pada saat itu lah kecepatan penguapan sama dengan kecepatan pengembunan (keadaannya menjadi setimbang) --> tekanan uap jenuh (P nol).

       Sejak SD kita diajarkan bahwa air mendidih pada suhu 100 derajat C (aku gatau di blogger nulis tanda derajat ada di mana wkwk). Ternyata yang mendidih pada suhu tersebut hanyalah air murni. air yang ditambah zat terlarut akan memiliki titik didih lebih tinggi dari titik didih air murni. wah, bagaimana itu bisa terjadi? hal itu karena kalau suatu larutan itu mempunyai zat terlarut, zat tersebut akan menghalangi penguapan sehingga tekanan uap larutan tersebut lebih kecil dari tekanan uap air murni. Jadi pada air murni, saat suhu 100derajat tekanannya 760mmHg, namun pada larutan, saat suhu 100derajat tekanannya <760mmHg. Sehingga pada saat 100derajat itu larutan belum mendidih.

     Lalu aku mau nanya lagi. Kenapa kata backpacker yang sering hiking bilangnya kalo di gunung air cepet mendidih? ini ada hubungannya dengan rumus fisika (nahloh) tentang gas ideal yang berbunyi
P.V = n.R.T
di mana P: tekanan, T: Suhu.
lalu apa hubungan mereka? ternyata suhu dan tekanan itu berbanding lurus sesuai rumus di atas. jadi kalau tekanan rendah maka suhunya juga rendah. Jadi kalau di gunung, buat mendidihkan air murni tidak sampai 100derajat. Kok bisa? bisa saja. Hal ini karena tekanan di gunung itu lebih rendah. tapi muncul pernyanyaan baru nih, kenapa ya bisa rendah tekanannya?
       Jadi ibaratkan aja bumi ini ditekan suatu gas dari luar, berarti dataran yang lebih tinggi ga begitu banyak mengalami tekanan kan dibanding dataran yang rendah? dataran yang rendah harus menopang dan melawan gas dari luar itu sehingga tekanannya tinggi. Atau gini deh, lagi maen tumpang tindih itu apa sih namanya? yg  zaman kecil tuh anak cowo hits banget maenan itu, cowo yang ada di tempat paling bawah pokoknya dianggap paling hits di masa itu karena bisa menahan banyak temen di atasnya. Kan temen yang paling atas berarti gak nahan apapun kan (ga ngerasa berat), makin bawah makin berat karena yang diatasnya makin banyak. ah gitu lah pokoknya aku ga bisa jelasin hahaha. Anggap saja begitu biar lebih ringan bahasnya wkwk.
penganalogian lainnya kenapa pada tekanan tinggi itu menjadi panas, misal di kamar kos Bu Mieke yg berukuran 5x4m diisi 18 orang mahasiswa, kan padet tuh, tekanannya tinggi, jadi deh panas.
     Ok sekian dulu bahasan ini ya tolong koreksi juga dong kayaknya aku ada miskonsep di bagian titik didih dan tekanan uap deh. kalau ada yg salah kasih tau aku ya, kalau bisa tanyain juga ke guru kalian biar lebih pol. LET'S SHARE


Minggu, 20 Desember 2015

Zenius, Bukan Sembarang Teman

     Hiiii! Perkenalkan namaku Deasy Lucyana, baruuuuuu banget aku jadi 18 tahun. Rasanya? Kayak ada manis-manisnya gitu :p. Akhir tahun gini pasti temen-temen SMA udah pada libur & lagi berburu diskon akhir tahun. Tapi apalah daya diriku masih menunggu datangnya UAS di kosan sempit ini. Btw, aku mahasiswi semester satu di Jaminan Mutu Pangan Program Diploma IPB. Tanggal 29 Desember nanti baru mau mulai UAS dan harusnya saat-saat ini adalah minggu tenang, tapi minggu tenang hanyalah mitos di IPB, Sob!. 
Mahasiswa di sini menjalani minggu tenang dengan bekerja Rodi. Dimulai dari kelas pengganti hari libur nasional, laporan praktikum, kuis, dan makalah responsi yang tak kunjung tuntas. Dan sekarang aku sadar, kuliah tak seperti yang ada di ftv. Jalan santai, pake sling bag yang mini, megang buku tipis di dada, tabrakan, bukunya jatoh, mungut bareng-bareng, saling tatap, senyum, kenalan, dan jadian. Gak gitu exactly. Disini aku malah lebih sering liat mahasiswa yang jalannya bungkuk gara-gara bawaan berat di ransel, belum lagi buku yang dijinjing. Beuh. 
Untuk materi mata kuliah sendiri, aku masih memelajari mata kuliah dasar seperti kimia, fisika, bahasa inggris, dll. Nah, ternyata zenius masih kepake banget disini. Sayang beribu sayang, aku baru kenal zenius itu sebulan sebelum SBMPTN. Coba aja kalo taunya lebih awal :( 

     Nah, jadi gini ceritanya. Setelah UN itu liburnya panjang banget sampe berlumut aku diem di rumah. Karena aku gak yakin aku bakal lolos SNMPTN, jadi aku ikut bimbel intensif SBMPTN gitu. Tapi aku ngerasa belum cukup sampe itu, saat aku lagi scroll down timeline twitter, ada yang me-retweet tweet dari @zeniuseducation trus langsung aja aku kepoin akun itu sampai sekarang jadi temen baik.

     Oke beralih ke cerita lain. Sebenernya aku udah diterima juga di Pendidikan Biologi UIN Bandung lewat jalur SNMPTN, trus beberapa hari setelahnya datang lagi kabar aku diterima di Diploma IPB via USMI. Nah, muncullah kebingungan. Orang tuaku meminta aku fokus dulu saja belajar SBMPTN, selain aku ngebet pengen ke IPB, orang tua juga mau banget anaknya ini di IPB. Yoweslah dengan berat hati kepada pihak sekolah, aku membuat surat pengunduran diri buat UIN Bandung. Trus kata ayah, diploma IPB itu buat jaga-jaga kalau gak lolos SBMPTN. 

     Saat hari pengumuman SBMPTN, ternyata aku gagal. Trus kata ibu, aku masih harus ikut ujian mandiri IPB, disisi lain aku udah mulai masuk semester matrikulasi di Diploma IPB. Untungnya mata kuliah matrikulasi itu biologi dan kimia, jadi belajar di kuliah bisa sambil belajar buat Ujian Mandiri, aku ngerasa kebantu banget sama Zenius soalnya pas pembagian hasil UAS matrikulasi, Alhamdulillah biologiku A dan insiden kecil di nilai kimia karena aku bolos pas hari ujiannya hahaha. Ini semua bisa ngehapus pandangan orang bahwa zenius cuma buat anak SD sampe SMA doang, boong banget itu, materinya masih kompatibel kok buat anak kuliahan semester awal. bahkan aku belajar buat olimpiade biologi aja dibantu pake zenius tuh.
 :D

     Hari pengumuman UTMI datang, hasilnya masih “mohon maaf”. Ibu langsung nangis denger kabar itu. Rasanya gimana ya, mau nangis tapi engga bisa nangis. Aneh. Setelah itu mulai deh tercium aroma penyesalan udah nolak SNMPTN dan terlambat kenal sama bang Sabda, Pras, Wisnu, Wilona, Yoki, Donnita, dll. Nah itulah sebabnya pas perkenalan aku bilang aku anak program Diploma IPB. Karena aku gagal tembus SBMPTN dan Ujian Mandirinya :( 

     Setelah hampir mau satu semester di sini, aku masih belum mau nyerah buat ngulang tahun depan. Aku sering banget baca artikelnya Glenn tentang ngulang SBMPTN dan aku memutuskan untuk mengulang. Tapi sayangnya ayah kali ini gak merestui kalau aku berhenti kuliah dan lanjut bimbel aja. Jadinya gini deh aku kuliah sambil privat sambil "zeniusan". Wow. 

PS: sampai seterusnya aku bilang kalo belajar pake zenius itu zeniusan 

     Sumpah! Susah banget bagi waktu antara belajar buat ujian sama buat mengikuti materi kuliah. Trus aku pake deh trik dari Glenn buat manfaatin waktu sebaik mungkin. Akhirnya aku sekarang jadi anak kuzen-kuzen (temennya kupu-kupu; kuliah-pulang, tapi kalo ini kuliah-zeniusan :D ) Godaan buat kuzen-kuzen ini banyak banget, dimulai dari ajakan temen buat kunang-kunang, sampai kura-kura di HIMPRO. Untungnya aku sering banget nangkring di depan laptop buat mantengin zeniusBLOG sampai akhirnya aku menemukan artikel yang bagus banget! Aku mulai menjauhi hal yang kurang berguna buat tes tahun depan, sampai aku beli CD Zenius Multimedia. Karena aku tau salah satu godaan terbesarku adalah internet. Yang tadinya mau zeniusan, pasti ada aja mampirnya buat cek line atau IG -____- aku berfikir kalo aku pake CD zenius aku gak perlu pake data Internet, akhirnya aku beli CD Biologi sama CD Fisika di Gramedia Botani Square dengan menyisihkan uang bulanan, aku rela makan mie instan atau bubur instan demi beli CD itu hahaha. Tapi ternyata belum cukup, untuk mata pelajaran Kimia, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, TPA aku masih butuh data internet buat akses Zenius.net tapi balik lagi ke isi artikel di zeniusBLOG, kalo aku masih harus eliminasi gangguan itu dengan menggunakan paket internet sesuai dengan tujuan awal aku membelinya, ya buat zeniusan. Intinya sih harus tau prioritas, dan konsisten.
sumber gambar: www.zenius.net 

     Selain dari penyampaian materi dari konsepnya banget, yang aku suka dari zenius adalah artikel debunk yang selalu membahas sesuatu yang tadinya kita gak disangka-sangka. aku pun sekarang menjadi divisi Penelitian dan Pengembangan di HIMPRO gara-gara aku tertarik buat ikut meneliti setelah aku banyak baca artikel di zeniusBLOG. 
artikel yang menurutku canggih: 

     Sebenernya masih bingung mengakhiri cerita ini gimana, karena perjalananku dengan zenius belum selesai. (semoga) tahun 2016 aku lolos SBMPTN/UM pun zenius bakal terus menjadi temanku sebagai pembelajar. karena selama 7 bulan bergaul sama zenius aku merasa mulai ada peningkatan di bidang akademik maupun pengembangan diri. Yang tadinya aku males belajar itungan kayak matematika dan fisika, sekarang aku jadi suka dan banyak penasaran setelah memulainya dari dasar banget. Trus hidupku jadi lebih teratur. Jadi lebih terarah sama tujuan di masa depan. Aku jadi banyak merencanakan semuanya dengan matang. KEEP INSPIRING, Sob!!

Selasa, 15 Desember 2015

18!

akhirnya, usia 17 yang berat selesai kulewati, aku berhasil menjalani semua kesulitan itu dengan deraian air mata yang tak mampu kusekat. cobaan datang bertubi-tubi di usia 17, aku tahu itulah cara Tuhan mendewasakanku. aku harus sadar bahwa semakin tua, akan semakin banyak cobaan dan permasalahan. 12 Desember 2015, tak terasa, sungguh begitu suksesnya ayah dan ibuku membesarkanku. aku sudah berusia 18 sekarang, aku harap di usia ke-18 tahun ini lebih banyak memberikanku kebahagiaan. aku bahagia sepanjang tahun. apa yang aku ingin wujudkan di usia ke-18 ini dapat terlaksana dengan sangat baik. semua impianku di usia 18 akan terwujud. aaaamiiin

Sabtu, 24 Oktober 2015

setengah semester kuliah

aku masih tak menyangka aku disini. tempat asing yang sungguh menyeramkan. tempat yang aku buat sebagai tameng dari kegagalan. terhitung sejak awal matrikulasi yaitu bulan Juli, apa yang telah kudapatkan? tentu saja teman dan pengalaman. banyak sekali teman dari dan luar pulau aku senang. satu hari sebelum perkuliahan matrikulasi dimulai, aku baru bersiap-siap dari rumah. hanya dengan membawa 3 pasang pakaian untuk kuliah, dan beberapa kaos dan celana training untuk di kamar. aku hanya diantarkan ayahku mengendarai motor. sungguh tak membawa apa-apa. saat itupun tepat akhir bulan, yaitu 27 Juni. aku hanya dibekali uang sejumlah Rp 900.000 dan diberi Rp 50.000 oleh saudaraku. di tengah perjalanan, sakit ayahku kambuh. tapi dia tetap memaksakan perjalanan. saat ayah pulang, aku ditemani oleh saudariku yang kebetulan tinggal di bogor. akhirnya diapun pulang menjelang magrib. ternyata, kamar kost-ku tida menyediakan kasur. aku harus membeli kasur, akhirnya aku mengeluarkan uang yang tadinya dialokasikan untuk makan selama 2minggu itu untuk membeli kasur tipis seharga Rp 350.000. ya, uang untuk 2 minggu bersisa Rp 600.000 dan langsung aku bayarkan Rp 350.000 untuk biaya kost. malampun tiba, aku tak bisa tidur teringat ayah apakah dia selamat sampai rumah dengan mengendarai motor sabil menahan sakit? aku mencoba menelepon ibu di rumah dan alhamdulillah ayah baru sampai rumah pukul 7 malam. selain itu alasan lainnya adalah apakah cukup uang Rp 300.000 untuk mencukupi kebutuhan primerku selama 2 minggu? sementara aku tak berbekal apapun selain pakaian yang kubawa. hari pertama ke kampus, aku sudah ditagih banyak hal dari mulai seragam,jas lab, modul,dan biaya bukber. astagfirulloh, bagaimana aku bisa membagi uang itu?? akhirnya aku diberi uang oleh saudariku untuk membantu membayar tagihan tersebut. oke, selain hal itu aku masih punya cerita. pertama kali pingsan. ya, aku pingsan!! aku ingat tepat kejadian itu. 1 Juli 2015, saat praktikum kimia dasar. tempat kost-ku tidak ada tukang jualan makanan, hanya ada warung paling banter makanan berkarbohidratnya itu roti. sementara aku harus terus melaksanakan kewajibanku untuk berpuasa ramadhan. alhasil, selama 4 hari kau hanya sekali menjumpai nasi. itupun karena diantar membelinya bersama saudariku ke suatu tempat yang cukup jauh dari tempat kostku. memang saat pingsan itu aku hari pertama siklus bulanan juga sih. jadi gini ceritanya, pas praktikum dasar-dasar penggunaan alat-alat laboratorium itu aku sering sekali menguap (tapi aku gak ngantuk, nguap aja trus mata berair) lama-kelamaan keringat dingin bercucuran dan aku merasa tak punya tenaga. tiba-tiba aku tak bisa mendengar suara dengan jelas karena telingaku serasa mendengar suara bising dan boom!!! semuanya terlihat hitam. aku dipapah ke musholla deket lab oleh dosen dan petugas lab. selain itu apa lagi? tes UTMI yang sungguh menyesakkan dada. lupakan! selain itu?? selama awal-awal aku di bogor aku mengalami pergolakan batin. bukan hanya itu, akupun terlibat masalah dengan keluargaku akibat pergolakan batin itu. ibuku di rumah stress karena sikapku yang keras kepala dan memaksakan keinginan, ayahku marah padaku dan semakin menentang keputusanku. sampai akhirnya, ayahku menyetujuinya. saat UTS matrikulasi aku bolos karena harus mengikuti tes UNJ demi impianku menjadi peneliti di bidang biologi. awalnya ayahku tak setuju, itu salah satu yang menjadi masalahku selama di bogor. uang pendaftaran sebesar Rp 300.000 aku dapatkan dari temanku. akhirnya ayah setuju dan mengantarku kesana. aku berani mengambil keputusan itu. di mana aku mau tak mau akan mendapat nilai C pada mata kuliah kimia dasar karena gak ikut UTS dengan harapan aku diterima di biologi UNJ. ternyata hasilnya sama seperti 2 hasil sebelumnya. gagal. aku menangis kala itu, mengingat nilai kimia dasarku yang sudah tentu mendapat C. sudah. lupakan. yang lain dong! perasaan ceritanya sad ending terus!. oke sekarang aku cerita soal pengalaman baik. aku mencoba menerima semua ini, ditambah dengan mata kuliah yang banyak menarik minatku meski kadang oergolakan batin sering terjadi dan menyeretku pada pusaran rasa sesal yang mendalam. aku bertekad, setidaknya meski nilai kimia dasarku c, aku harus jadi mahasiswi yang proaktif. tak perlu ikut BEM, aku hanya ingin aktif mengikuti kegiatan sosial dan keilmuan. dan aku menemukan salah satu caranya, yap OSN PERTAMINA. saat tahu berita itu aku langsung mendaftarkan diri di bidang yang memang aku cintai, biologi. ternyata tidak mudah, aku butuh persetujuan dari dekan atau pjpk bahasa kampusku. aku mengunduh borang suratnya di web pertamina lalu harus menghubungi pjpk. aku tak tahu bagaimana caranya sampai aku searching di google wkwk sumpah rasanya deg-deg-deg saat akan menyentuh tombol send. apalagi saat akan mengetuk pintu ruang dosen. subhanalloh.
aku harus menunggu proses verifikasi data selama sebulan. dan harus membagi waktu persiapan belajar biologi dengan belajar matkul lainnya. akhirnya aku verified dan masih harus mengurus perizinan ke akademik dan dosen responsi. sungguh penuh perjuangan. akhirnya tiba 15 Oktober dan aku berhasil melewati target. aku berhasil mengisi 2 soal lebih banyak dari target yang aku tentukan hahaha. trus sekarang???? aku masih harus mengurus sisa peninggalan osn itu dengan bolak-balik ke akademik dan ruang dosen, membuat resume dari jurnal internasional. huft. ya cukup sekian dan terima kasih. senang berbisnis dengan anda!

Sabtu, 11 Juli 2015

Himawari No Yakusoku

Mengapa dirimu menangis, meskipun diriku tak sedang menangis.
kesedihan dan kepahitan yang kau rasa pun terasa nyata menyedihkan bagiku.
hari burukpun asal kita berdua, akan jadi kenangan yang berharga untukku.

ku ingin bersamamu, apakah yang dapat ku lakukan demi berada di sampingmu.
satu yang ku damba agar kau selalu tertawa bahagia selamanya.

bagai bunga matahari tulus hati dan kelembutan diri segala kehangatanmu.
satu pesanku padamu yang ingin aku sampaikan, kebahagiaanku disini takkan ku lupakan.

seandainya kita kan berpisah, ruang masa depanlah pemisah kita.
ku percaya langkah-langkah ini akan membawaku untuk dapat menemuimu lagi.
langkah kita yang kacau dan berbeda dapat bersatu padu menyatukan kita.

tak akan ku lupakan saat-saat ku berada di sampingmu, habiskan waktu bersama.
ku ingin agar kau lambaikan tanganmu dan tersenyum meski kita berpisah.
bagai bunga matahari, tulus hati dan kelembutan diri segala kehangatanmu.
ingin aku membalasnya namun itulah dirimu, "cukup sudah" lah itu yang pasti akan kau ucapkan.

copy right:
Doraemon Stand by Me Movie Soundtrack,
Doraemon Stand by Me Movie Soundtrack Indonesian translate

Selasa, 07 Juli 2015

Saling Mengingatkan

yoo... balik lagi nih, gw mau cerita nih, kalau dilihat dari judulnya sih udah yang islami banget ya, tapi kali ini gw mau berbagi pengalaman gw.

inti dari post kali ini adalah harus waspada, jaga-jaga, tapi tidak terlalu buruk sangka juga sih. emang ya agak susah gitu antara bedain waspada dan buruk sangka, yasudah. mulai saja.

jadi pas gw pulang dari kampus, gw emang biasa jalan kaki pulang-pergi matrikulasi soalnya kalau naek angkot lumayan tuh uang 3 rebu buat beli gorengan. nah pas pulang matriks sehari sebelum UTMI. ok kembali ke inti, pas gw jalan tu ada bapak-bapak tua, gak tua juga sih tapi ya gitu sekitar 50-60 tahunan lah ngeberentiin langkah kaki gw. dia nanya arah ke kampus dramaga kemana? naik apa? dll
dia bilang dia dari bandung, trus jalan kaki dari ciawi atau apa gitu sampe ke pajajaran. dia bilang ponakannya di ipb dramaga, trs dia mau kesana.
awalnya gw gak mikir aneh-aneh tuh, gw tunjukin naek angkot 03 turun dah tu di bubulak, atau naek trans pakuan, lebih gampang. kata gw pake bahasa sunda, trs dia kayak yang gimana gitu kan, yaudah tu meski udah jam 4 lewat lah gw udah capek, mau tidur tapi gw niat nganterin bapak-bapak tadi ke shelter trans pakuan di seberang jalan dua ruas itu. tapi bapaknya bilang engga usah biar sendiri, nah trs dia malah nanya gw soal kuliah, bla-bla-bla, trs gw udah mulai curiga nih (tapi belum kepikiran kejanggalan pas bapak tadi bilang ponakannya di ipb. harusnya sejak itu gw sadar, ngapain ke ponakannya? kecuali anaknya gt ya?) oke, gw tanya dah tu bapak "ponakannya jurusan apa? semester berapa?"  dia bilang "agroooo....bisnis semester 4"  gw jawab dah tu "oooh agribisnis kali pak"
(nah, gw masih aja dodol. kan UAS udah selese, pasti mahasiswa udah pada balik kan ya? dasar emang)
trus bla-bla-bla akhir-akhirnya si bapak minta diongkosin, JRENGGGGGGGG!!!! muka gw langsung cengo trus yaudah lah baik sangka aja, gw kasih dah tu. trus si bapaknya biasa lah ya basa-basi ngedoain blablabla, siapa tau Allah nolong gw juga...

oke besoknya UTMI.

Sekarang, 7 Juli 2015. pas gw lagi jalan kaki mau ke Bantar Jati buat beli keperluan kost (lagi-lagi jalan kaki haha irit emang gw, mayan 10-15 menitan lah kalau jalan kaki ala mahasiswi ala ala atlet jalan cepat kayak gw) gw ketemu lagi tuh sama bapak-bapak, tapi bukan yang Jumat kemaren, dia ngeberentiin gw yg lagi jalan trus tapi yang ini langsung to the point minta diongkosin katanya dia dari sukabumi trus ngeluarin uang yang katanya tinggal 5 rebu, nah pas itu gw sadar ternyata pas jumat itu gw dibodohin atau lebih kejamnya ditipu! gw langsung aja tuh tolak permintaan si bapak, gw lanjutin jalan.

nah, jadi gitu intinya hati-hati modusnya sekarang banyak ya. kalau ada yang nanya jalan sih kasi tau aja, tapi kalau udah nyerempet-nyerempet gapunya ongkos mending lu lu pade minta maaf aja trus kabur deh ya!