Rabu, 27 Juli 2016

Transportasi Sel: Difusi dan Osmosis

       Berdasar dari pengalamanku saat SMA, aku merasa miskonsep dengan konsep Difusi & Osmosis. Aku selalu kebalik membedakan dan aku ngerasa ga puas dengan yang diajarkan oleh guru di kelas. Aku coba-coba telusuri google, hasilnya nihil. Aku masih bingug dengan konsep itu. Saat itu guru biologiku menjelaskan dengan contoh nyata kehidupan sehari-hari, aku masih ga ngerti. Saat aku udah agak punya uang buat beli voucher zenius, i love zenius, aku jadi mulai ngerti konsep itu.

       Supaya pembahasannya lebih mengerucut, aku mau fokuskan ke konsep difusi dan osmosis dulu. Difusi dan osmosis masuk ke dalam bahasan Transportasi sel. Oleh karena itu aku harus sedikit menyentil apa itu transportasi sel agar bahasan inti lebih mudah dicerna. 
Aku kasih pertanyaan dulu [jawabnya dalam hati aja! aku yakin kalian bisa konsep ini], coba sebutkan bagian-bagian sel! [oke aku anggap kalian jawab. dan jawaban kalian ada salah satunya adalah membran sel] aku beri pertanyaan lagi. Apa fungsi membran sel? [aku anggap kalian jawab lagi. dan jawabannya adalah transportasi zat untuk masuk dan keluar sel].

       Dari sana kita dapat kata kunci petama, yaitu MEMBRAN SEL. Kita akan sedikit menyentil membran sel agar konsepnya dalem yaaa.

Membran Plasma
gambar dari Google

gambar dari catatan pribadi. ps: glikolip means glikolipid, glikoprot means glikoprotein, P means protein  
       Ya, jadi fungsi membran sel memang untuk transportasi zat masuk-keluar sel. Dalam membran terdapat bagian hidrofilik dan hidrofobik. Molekul yang dapat memalui membran adalah molekul  seperti CO2 dan O2 serta molekul kecil seperti etanol dan air. Sementara glukosa butuh mekanisme khusus.

     Oke, dapat kata kunci baru. MEKANISME. Mekanisme dalam transportasi antarsel terbagi menjadi dua, yaitu transpor pasif dan transpor aktif. tapi kali ini mau bahas transpor pasifnya dulu.
Transpor pasif adalah transpor yang menuruni gradien konsentrasi, terjadi secara spontan, dan tanpa memerlukan ATP. Maksud dari menuruni gradien konsentrasi yaitu zat bergerak dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Ibaratkan air di sungai yang lebih tinggi pasti bakal turun ke bagian yang lebih rendah. Nah contohnya CO2, O2, dan air tadi. 
Transpor pasif terbagi lagi jadi banyak: 

1. Difusi
    itu perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. contohnya difusi O2 dan CO2 di alveolus. [aku akan bikin bahasan di post berikutnya]

aku males cropnya. maafkan. yang poin c itu difusi terfasilitasi. copy right: Dosen biologi TPB IPB




hal  yang memengaruhi difusi
- Wujud Materi: Semakin besar ikatan antar molekul, makin lama difusi terjadi (padat lebih sulit melakukan difusi)
- Suhu: Semakin tinggi suhu, maka ikatan antar molekul akan cepat terputus. Hal itu menyebabkan difusi menjadi cepat.
- Ukuran Molekul: Molekul yang berukuran kecil akan lebih mudah untuk melintasi suatu membran dari pada molekul yang besar pada suhu yang sama.
- Konsentrasi: Semakin besar perbedaan konsentrasi antara zat dan pelarutnya, atau perbedaan konsentrasi zat pada dua tempat yang berbeda, menyebabkan semakin besar rata-rata difusinya.


2. Osmosis
gambar dari handout kuliah biologi dasar TPB IPB
osmosis itu perpindahan air dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Jadi osmisis adalah special diffusion. Ayo kita perdalam maksud tersebut. Suatu zat dengan konsentrasi air tinggi berarti mempunyai zat terlarut sedikit (hipotonik) dan suatu zat dengan konsentrasi air rendah berarti punya zat terlarut yang banyak (hipertonis).
emang agak puyeng sih yang ini, makanya coba liat gambar ini: 

nah dimisalkan aja gitu, maaf tulisannya mengharukan ya:(

 jadi tanda garpu neptunus di spongebob celana kotak itu namanya psi, semakin banyak air (hipotonik) maka psi semakin mendekati nol dan sebaliknya. Nah di contoh gambar di atas jika psi -10 KPa (kilopascal) dan psi -500 KPa maka air akan mengalir dari -10 ke -500.

nah ini contoh penerapan di sel hewan dan tumbuhan

Ini yang sering kita bingungkan pada bab adaptasi makhluk hidup. Kenapa ikan laut bisa adaptasi di air tawar dan sebaliknya. ya karena konsep ini.
Liat gambar di atas yang sel hewan, trus aku mau kasih percontohan. Yang bulatan -10 KPa itu anggap ikan mas, cairan luar yang -1000KPa (hipertonik) itu anggap air laut. jadi air dalam ikan mas tersebut akan ke luar karena cairan luarnya hipertonik (sesuai konsep osmosis) sehingga seharusnya ikan mas itu krenasi (mleot jadi peot) tapi karena adaptasi dengan berbagai mekanisme jadi engga.

Nah sekarang yang bagian bawahnya. yang bulatan -100KPa itu anggap tanaman bunga krisan, larutan luar yang hipotonik itu anggap pot bunga yang terlalu banyak disiram dan airnya menngenang. lama- kelamaan batang dan akar tanaman krisan itu akan menyerap air dari pot dan menjadi turgid (membengkak lalu busuk) itu sesuai juga dengan konsep osmosis.

3. Difusi Terfasilitasi
    adalah difusi yang dibantu protein membran yang membentuk saluran sehingga molekul dapat melintasi membran tersebut melalui saluran itu. Difusi terfasilitasi juga merupakan transpor pasif karena hanya mempercepat proses difusi dan tidak merubah arah gradien konsentrasi. gambarnya bisa diliat di poin nomor 1 bagian c.

Ok sekian dulu pembahasan difusi dan osmosis, semoga membantu dan berguna bagi kita. aku inta koreksi dari pembaca agar dapat diperbaiki. LET'S SHARE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar